Rabu, 21 Agustus 2013

Asyiknya Bisa Menikmati Lidah Mertua

TAK saya sangka, entah mengapa ketika menikmati liburan lebaran beberapa hari yang lalu, mata saya tiba-tiba tertuju pada tanaman yang sekitar 6 tahun lalu saya tanam di halaman rumah (orang tua). Tanaman dengan warna hijau dan ada garis kuning di tepi daunnya itu, bersama tanaman gelombang cinta dan anthurium, ketika itu harganya cukup melangit. Saya mendapatinya ketika memperoleh beberapa rumpun seharga 6o.ooo rupiah. Sekali lagi hanya beberapa rumpun.

Dari beberapa rumpun itu, saat ini jumlahnya sudah bejibun. Sebagian besar sudah ada yang dipindah ke lahan lain, sebagian diminta teman-teman terutama dari luar daerah yang sedang bertamu ke rumah, bahkan sebagian terpaksa dipotong ketika memunculkan tunas-tunas baru, karena sudah terlalu rapat. Sebenarnya di halaman juga ada tanaman seperti itu, namun corak dan warnanya berbeda, dan kalaupun dijual nyaris tak laku atau tak ada harganya. Beda dengan yang ada garis kuning di tepinya, harganya memang cukup mahal ketika itu.

Saya tertarik menanam bukan untuk membudidayakan lalu menjualnya, tetapi memang terarik saja mengikuti tren teman-teman di kampung yang ketika itu (tahun 2007) antusias membudidayakan aneka bunga. Selain itu, tanaman itu saya gunakan sebagai pembatas atau pagar antara halaman rumah dengan pekarangan sekaligus mencegah air hujan menggerus tanah yang memang miring dan berterasering itu.

Nama tanaman yang saya tanam itu di kampung saya biasa disebut dengan lidah mertua. Ada juga yang menyebutnya pedang-pedangan, karena daun-daunnya memanjang menyerupai pedang. Meskipun demikian, sekarang sudah banyak sekalian variannya, tidak hanya dengan daun memanjang, tetapi juga dengan bentuk-bentuk yang unik dan mini. Untuk nama populernya yang lain, yang sering muncul dibuku-buku ilmu pengetahuan alam adalah sansevieria.

Lidah mertua ini merupakan salah satu tanaman hias yang sering ditanam di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Cara menanam dan perawatannya juga sangat mudah dan tidak “rewel”. Bahkan jika musim kemarau pun, seminggu tidak disiram masih tahan. Jadi sangat cocok bagi yang suka tanaman hias tetapi sering lupa dan/atau malas merawatnya. Demikian juga dengan pengembangbiakannya. Sangat mudah. Bisa melalui pemisahan tunas-tunas barunya yang muncul di sekitar rumpun, atau bahkan bisa juga dengan memotong kecil-kecil daunnya dan “disemaikan” atau ditancapkan (stek) pada tanah yang gembur, cukup air, dan di bawah naungan atau sedikit sinar matahari. Beberapa minggu berikutnya dari daun-daun yang di potong ini akan memunculkan akar-akar baru dan tentu saja dengan tunas-tunas kecil. Bahkan untuk cara kedua ini, hasilnya bisa tercipta tanaman lidah mertua yang unik dan super mini yang tidak sama dengan indukannya. Lidah mertua yang mini dan unik ini sangat cocok ditaruh di pot dan diletakan di ruangan. Seringkali saya melihat tanaman ini diletakan di meja-meja perkantoran, bank, dan meja-meja di lobi hotel.

Selain mudah ditanam dan dikembangkan, ternyata tanaman ini juga kaya manfaat. Seperti yang saya kutip dari properti.kompas.com, lidah mertua ini mempunyai banyak manfaat diantaranya:

Pertama, mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok. Di dalam tiap helai daun sansevieria ada pregnane glycoside, zat yang mampu mengurai zat beracun menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino. Zat beracun yang diurai, seperti karbondioksida, benzen, xilen, formaldehid, koloroform, dan triklorotilen.

Kedua, di dalam ruangan, lidah mertua bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin dari rokok, dan penggunaan AC. Satu tanaman lidah mertua jenis trifasciata lorentii dewasa berdaun 4/5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20 m persegi.

Ketiga, untuk lidah mertua jenis trifasciata lorentii yang dipotong-potong 5 cm yang ditempatkan di dalam kulkas dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Dalam lingkungan industri potongan daun ini disebarkan di ruang-ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh pekerja.

Keempat, dapat mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi. Maka baik jika tanaman ini ditaruh di samping komputer atau televisi.

Ya, itulah tanaman lidah mertua yang ternyata kaya akan manfaat. Tak sekadar sebagai penghias atau sebagai pagar saja, tetapi manfaatnya sangat baik bagi lingkungan. Bahkan dalam beberapa literatur kesehatan, tanaman ini juga banyak manfaatnya dalam dunia pengobatan. Jadi, tak percuma saya menanam di halaman rumah (orang tua) dan bisa menikmatinya dengan banyak manfaatnya itu.


Tulisan Lainnya:

12 komentar:

  1. dirmhku jg nanam ini..tanaman yang paling gak bawel sama sekali..ditinggal mudik 2 minggu gak disiram juga tetep numbuh seger, malah skrg tmbh tinggi dan gede2 potnya hampir pecah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga bawel apa ga rewel mbak :)
      tanaman ini memang tahan kondisi kering, sangat cocok bagi yg agak malas siram2 :)

      Hapus
  2. kalau lidah mertua yang beneran, manfaatnya apa mas jun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he ..... nggak berani memberi jawaban saya mas :)

      Hapus
  3. Di depan rumah saya banyak tanaman lidah mertua. wah tapi baru tau manfaatnya..

    BalasHapus
  4. Namun sekarang jarang sekali saya menemukan tanaman ini di kampung saya Mas Jun.

    Padahal tanaman ini juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa..

    BalasHapus
  5. Woww baru tahu saya Junaedi ternyata harganya lumayan mahal, di kebun saya sih tanaman yang mas maksud lidah mertua banyak..he he kayaknya bagus nih alih profesi jadi penjual tanaman lidah mertua biar mertua sebenarnya bisa seneng..:D

    BalasHapus
  6. wahhhh saya banyak tanaman itu sering menyebutnya pedang-pedangan. saya baru tau kalau kalau mahal, padahal kalau di daerahku tanaman itu sangat murah dan liar. Makasih ya infonya bermanfaat sekali. Baru tau kalau bisa meredam radiasi komputer dan TV....

    BalasHapus
  7. Lidah mertua jenis yang bergaris kuning di pinggirnya itu pula yang saya tanam di depan rumah, Mas. Tapi, kok ga serimbun dan sesubur tempat panjenengan ya, Mas, apa tanahnya beda suburnya, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya tanamannya perlu ditambah nutrisi dan penyiraman yg teratur pak ustad :) Di tempat sy nyaris tanpa pupuk dan jarang disiram, soalnya masih sering hujan :)

      Hapus
  8. wah, ternyata lidah mertua bermanfaat bgt yaa...
    baru tahu, padahal di rmh jg punya..!!!

    BalasHapus
  9. ditaruh tempat tinggi cepat beranak lidah mertuanya

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...