Jumat, 20 Desember 2013

Bunga Desember, Mekarnya Tidak Membuat Desember Kelabu

APA yang menarik dari Bunga Desember? Selain warna dan tampilan bunga yang merah merekah hingga bisa membuat terperangah, ternyata bunga ini juga bisa dijadikan sebagai indikator iklim. Betapa tidak, bunga ini umumnya hanya mekar pada bulan Desember dan sekitarnya (Oktober-November atau Januari-Februari). Hal ini menandakan bahwa musim hujan memang telah tiba. Namun jika mekar di luar bulan-bulan itu, sudah pasti bawah iklim (global) telah mengalami pergeseran hingga merubah pola musim hujan-kemarau.

Sekilas tentang iklim global, kacaunya iklim saat ini telah memengaruhi siklus pertanian. Dulu musim kemarau dan musim hujan di Indonesia masing-masing berlangsung enam bulan dalam setahun. Kini sudah berubah. Ada kalanya musim kemarau lebih panjang. Ini jelas merugikan petani. Mereka tidak bisa lagi memprediksi kapan waktu yang cocok untuk mulai menanam.

Kembali ke Bunga Desember, Bunga-bunga Desember di depan rumah (orang tua) saya sering kali mekar tidak sesuai waktunya atau tidak seperti waktu tahun 80-90-an. Jika kemarau berkepanjangan terjadi seperti tahun 1997 lalu, bunga ini bermekaran pada bulan Januari, sebab musim penghujan ketika itu jatuh sekitar akhir bulan desember 1997. Demikian juga ketika tahun 1998, dimana hampir setiap hari hujan meskipun di bulan Juni-September, bunga ini banyak yang bermekaran dan nyaris tak pernah mati alias terus tumbuh dengan memunculkan dedaunan.


Sampai saat ini, Bunga Desember itu kini masih lestari meskipun setiap saat seringkali umbinya dicungkil saudara, sahabat atau tamu dari luar kota. Penanaman dan perawatan bunga ini memang sangat mudah. Untuk mengembangbiakan tinggal memisah anakan umbi yang biasanya tumbuh mengikuti umbi utama. Bentuk bonggol umbi bunga desember bentuknya berlapis-lapis, dengan akar serabut bewarna keputihan.

Setelah dipisah, umbi anakan ini bisa ditanam di tempat lain seperti pot atau polybag. Yang perlu diperhatikan jangan sampai media tanam terlalu basah atau kedab air sebab akan mengakibatkan umbi akan membusuk dan gagal tumbuh. Selain itu, penempatan media harus ditempat teduh, jangan terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Kemudian jika daun sudah mulai terbentuk atau mulai tumbuh kita bisa sedikit "memanaskan" atau kita pindah ke tempat yang sinar mataharinya lebih banyak.

Selanjutnya, jika sudah datang musim hujan (Oktober) kita bisa memindah tanaman ini ke media yang lebih luas (pot yang lebih besar) atau langsung ditanam di halaman (taman). Tinggalah kita menunggu munculnya Bunga Desember ini, syukur-syukur mekarnya Bunga Desember tepat di bulan Desember, sehingga membuat Desember kita benar-benar tidak kelabu!

8 komentar:

  1. Bunga yang indah,,, semoga sampai akhir desember bunyanya gak akan layu :)

    BalasHapus
  2. Bener banget, saya juga pernah punya tanamannya dihalaman rumah, kalau pas musim hujan akan tumbuh, nanti pas musim kemarau menghilang dan tumbuh lagi sampai berbunga.

    sob, kunjungan balik juga ya ke doteko.com (tempat cari event)

    BalasHapus
  3. Ada pula Delonix regia alias Flamboyan yang berbunga di bulan November. Saya selalu suka warna Flamboyan secara keselurahan pada bulan itu. Daun rimbun berwarna hijau dikombinasi bunga berwarna merah cerah.

    BalasHapus
  4. bkannya bunga desember itu yg bunganya bergerombol kecil-kecil itu yaa..?!

    BalasHapus
  5. saya pernah punya, tapi ditimbun bapak. Maklumlah bapak memang orangnya cuek

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...