Kamis, 24 Oktober 2013

Senja yang Membelah Langit Wonosalam

BEBERAPA hari yang lalu, kebetulan seharian itu langit cerah bahkan sedikit membuat gerah meskipun sehari sebelumnya sempat diguyur hujan. Sore itu langit biru dengan sedikit gumpalan awan yang menutup bagian batas cakrawala, bergelayut rendah pada kaki-kaki langit di ufuk barat. Ber-"make up" dengan cahaya jingga yang tercipta. Samar-samar cahaya matahari menerobos, menyajikan lukisan kontras di langit. Sepotong senja yang memotong langit, yang membelah langit.

Ya, langit sore itu benar-benar terbelah. Betapa tidak, senja yang biasanya mencipta warna jingga di ufuk barat dengan spektrum cahaya yang berwarna-warni, kali ini mencipta lukisan langit yang tak seperti biasanya. Di ufuk barat sebagian langit berwarna jingga, sebagian lainnya masih berwarna biru. Sebuah pemandangan kontras, yang jarang-jarang bisa saya nikmati di langit Wonosalam.

Senja di Langit Wonosalam (19/10/2013)



Senja, langit, cahaya matahari, frekwensi, panjang gelombang, atmosfer, dan polarisasi cahaya. Ini adalah istilah yang sering saya dengar dari guru ilmu alam waktu SMP ketika menjelaskan warna-warna langit yang seringkali berubah-ubah.Sementara untuk warna senja yang tercipta di langit Wonosalam ini, bisa jadi  terjadi karena sebagian cahaya matahari terhalang oleh gugusan mendung yang bergerombol di kaki langit sebelah barat.

Yang jelas, bagi saya ini shot mahakarya sang perias senja, sang penghias senja, dengan iringan orkestra cenggerek, jangkrik, dan vokal-vokal melengking anak-anak ayam dan induknya yang mencari jalan untuk pulang ke kandang, serta koreografi kalong (seperti kelelawar tetapi lebih besar dan terbang tinggi beraturan) yang masih beratraksi di langit Wonosalam. Masih beratraksi? Ya, ditahun 2013 ini ternyata masih ada kalong yang dulu tahun 80-an akhir atau 90-an awal jumlahnya ribuan, yang setiap menjelang malam berterbangan dari arah utara menuju selatan. Sebaliknya, setiap pagi kalong-kalong itu berterbangan dari arah selatan menuju utara. 

Senja, memang bisa menghadirkan ketenangan, keteduhan, ketakjuban, sekaligus menghadirkan masa lalu!

4 komentar:

  1. Subhanallah... Warnanya bisa terbelah dua begitu.
    Indah sekali. Maha Sempurna Alloh dalam mencipta

    BalasHapus
  2. Benar-benar membelah langit. Mungkin maunya duren, tapi belum masa panen :)

    BalasHapus
  3. Senja yg indah, mas
    apalagi ada secangkir kopi dan sepiring singkong rebus..
    akan menjadi senja yg terasa lebih damai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf, mas
      tadi keliru ngetik url blog
      thx,ya

      Hapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...