Rabu, 05 Juni 2013

Perhitungan Cepat Pilkada 2013 Kabupaten Jombang, Bagaimana Hasilnya?

PADA setiap perhelatan Pemilu/Pilkada, biasanya beberapa lembaga survei melakukan perhitungan cepat atau quick count. Selama ini hasil quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei independen hampir semuanya tepat. Artinya mendekati angka riil hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilhan Umum (KPU). Lalu bagaimanakah caranya melakukan perhitungan cepat itu?

Secara teknis perhitungan sebenarnya quick count sangat mudah dan sederhana dilakukan, bahkan cukup dengan teori statistik dasar. Beberapa kawan yang bergabung dengan lembaga survei menyebutkan bahwa cara perhitungannya umumnya menggunakan kombinasi metode cluster sampling dan stratified random sampling untuk memilih TPS dan repondennya.

Menurut literatur, pengertian cluster sampling adalah adalah sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.

Sementara startafied random sampling adalah sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.

Sedangkan tingkat toleransi kesalahan yang dipasang oleh lembaga-lembaga survei tersebut umumnya 2% yang berati bahwa hasil perhitungan bisa saja mengalami penyimpangan kurang atau lebih 2% dari suara yang diperoleh. Jadi biasanya kalau dalam perhitungan antara kandidat yang selisihnya sekitar 2%, biasanya lembaga survei tak berani mengambil kesimpulan siapa yang bakal memenangkan. Ini sangat riskan dan faktanya dalam pilkada di beberapa daerah ada kejadian seperti ini yang seringkali menimbulkan perselisihan atau sengketa.

Lalu bagaimanakah hasil perhitungan cepat Pilkada Jombang yang hari ini, Rabu, 5 Juni 2013 yang sedang digelar untuk memilih bupati dan wakil bupati? Saya belum tahu, apakah dalam Pilkada Jombang kali ini ada lembaga survei yang melakukan perhitungan cepat atau tidak. Secara teknis perhitungan memang mudah dan sederhana dilakukan, tetapi secara teknis finansial, jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bisa menghitung cepat. Oleh karena itu, mari kita tunggu saja hasil PILKADA Kabupaten Jombang kali ini!


Tulisan terkait:

5 komentar:

  1. klw dipandang dr sisi teknologi, jg cukup mudah kok mas jun...
    bisa menggunakan SMS gatway....
    wah gmnklw kita mendirikan lembaga survay sendiri wkwkwk

    BalasHapus
  2. Semoga bupati yang baru bisa memakmurkan Jombang
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  3. Tidak semudah itu broww... Banyak lembaga surve di indonesia.tapi yang terbukti memiliki tingkat akurasi tinggi hanya beberapa..

    BalasHapus
  4. Teirma kasih atas informasi yang sudah disampaikan sangat menarik sekali pilkada kabupaten jombang !

    BalasHapus
  5. akhirnya pasangan NO-AH menang ya?

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...