Jumat, 11 April 2008

Haji Sumarto, “The Real Terrorist” dari Jombang!

TERORIS! Inilah kata yang mungkin akrab di telinga kita akhir-akhir ini. Setiap saat kita bisa mendengar kata yang membuat miris dan bergidik ini di berbagai media dan terutama di kalangan penjaga keamanan. Tetapi jangan kawatir, kata “teroris” yang saya pakai dalam judul tulisan ini tidak akan membuat Anda miris dan bergidik. Anda boleh curiga dan percaya kalau Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang disebut sebagai teroris (saya sendiri tak terlalu percaya), yang kebetulan Ustadz Abu ini orang Jombang juga. Haji Sumarto? Anda mungkin tak mengenalnya.

Haji Sumarto adalah orang Jombang juga, berdomisili di Mojowarno, 17 Km arah tenggara Jombang Kota atau sekitar 8 km arah selatan dari kampung Kademangan, Mojoagung, kampung kelahiran Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Haji Sumarto atau lebih dikenal dengan panggilan “Cak To Nuklir” ini sebenarnya layak menyandang gelar “The Real Terrorist”. Lho? Ya, dengan produknya “Bakso Nuklir” yang super lezat itu, dia telah meneror lidah para pelanggannya, setidaknya lidah saya.

Meskipun lokasinya jauh dari kawasan Jombang Kota, Bakso Nuklir tak kalah tenar dengan Bakso Malang (di Jombang ada Bakso Bakar Malang dan Bakso Kota Cak Man Malang) ataupun Bakso Solo. Bakso Nuklir sangat terkenal dan cukup legendaris (setidaknya saya mengenalnya dan sering mencicipinya sejak saya kanak-kanak). Dulu sebelum tahun 1990-an, saya sering mendengar iklan Bakso Nuklir lewat Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) Jombang. Disebut Bakso Nuklir sebab baksonya memang ukurannya jumbo dan rasanya tak sekadar “nendang” tetapi “meledak” dahsyat.

Lokasi atau “markas” Bakso Nuklir ini sangat strategis. Meskipun tidak berada di jalan utama atau jalan nasional, hanya jalan alternatif, tetapi jalan ini sangat ramai terutama ketika liburan. “Gerai” Bakso Nuklir persis berada di tepi Jalan Raya Mojowarno yang menghubungkan Surabaya menuju Malang atau Kediri dan kota-kota di selatan Kediri. Berada tak jauh dari Gereja Tua dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang legendaris itu.

Saat ini Bakso Nuklir sepertinya telah mengalami “evolusi” bentuk dan bahan baksonya. Dulu tahun 1990-an, seingat saya bakso yang “dihadirkan” oleh Cak To Nuklir ukurannya jumbo terbuat dari adonan sedikit tepung, daging sapi, dan bumbu-bumbu plus di dalamnya ada telur burung puyuh. Hampir satu mangkok itu berisi satu bakso ukuran jumbo plus beberapa bakso kecil-kecil yang tak kalah dahsyat “ledakannya”. Saat ini bakso utama yang dihidangkan agak kecil dan tanpa isi telur.


Namun demikian, setiap penikmat bakso ini sepertinya tetap menyebut bakso ini dengan “Bakso Nuklir”, dan yang jelas rasa dari Bakso Nuklir ini tidak lantas latah ikut-ikutan “berevolusi”. Rasanya tetap meledak dahsyat seperti sebelumnya. Saya kurang paham dengan “rumus” yang dipakai Cak To Nuklir sehingga bisa menghasilkan bakso dengan rasa yang sedahsyat itu. Tertarik? Alangkah baiknya kalau Anda mencoba sendiri sambil “mencuri-curi” rumusnya Cak To Nuklir.

12 komentar:

  1. ilike that food very much!
    thanks for sharing
    ---------------------------http://www.discovery5000.com

    BalasHapus
  2. "Teroris" satu ini tak kalah berbahayanya. Karena diam-diam ia bisa meledakkan banyak orang, kalau korbannya tak terkontrol, fatal akibatnya. Karena "kewaregen" atau kekenyangan bakso, perut seseorang bisa meledak karenanya....

    Makasih telah sudi ikut kena "maosholik" di blog Esai Epistoholica saya. Saya paling suka tulisan Anda, yang inspiratif bagi abnyak orang, yaitu : Di Ladang pun Bisa Belajar Menulis!

    Sukses selalu. Salam dari Wonogiri untuk Jombang. (Tiru-tiru nih : Dari Wonogiri pun :-) bisa belajar nulis pula...).

    BalasHapus
  3. Ah, hampir saja tertipu. Ternyata bukan aseli teroris. BTW kapan balik ke nJombang Kang???

    BalasHapus
  4. emang luar biasa dasyaaaaaaat!!!
    pernah nyobain sekali aja.soalnya jarang ke mojowarno. lebih sering nongkrong di bakso nuklirnya jalan wakhid hasyim, jombang kota. depannya BNI lama situ. kan sama sama nuklirnya..

    oh ya, mau ralat. Bakso bakar Arema yang di jalan merdeka Jombang, wes tutup Mas!!! gak jualan lagi. kurang laris tuh. soalnya masih enak an bakso Kota cak man itu... atau bakwan trikoyo. heheheehheehhee...

    BalasHapus
  5. sepertinya enak tuch baso bikin ngiler aja

    BalasHapus
  6. wew... disini yang ada baru bakso granat. lom sampe pake nuklir gituan. :)

    Perbaungan - Sumatera Utara

    BalasHapus
  7. waduw.. aku yang asli jombang g pernah kesitu.. hehehehhe

    BalasHapus
  8. wah mantep.dulu saya msih sering tuh dan boleh di bilang 3bln sekali.mampir dan makan pentole,kebetulan nengok anak di ponpes muallimat cukir.
    yang segitu aja kita dah kenyang.trus gimana yang dulu lebih besar.wouw bisa benar meledak perut.
    salam kenal.ditunggu di bloge arek nganjuk

    BalasHapus
  9. wah makanan faforit ane tuh. ukurannya jumbo pula. nice info gan. jangan lupa mampir ya http://pirlyyyy-dot-com.blogspot.com/2012/01/sewa-ruang-kantor-jakarta-murah.html

    BalasHapus
  10. Kalau begitu kapan-kapan bisa mampir ketempat itu pada saat main ke Jombang.


    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  11. wahh kyknya boleh juga nih dicoba bakso satu ini,
    ane suka bakso gan, ane pernah nyoba bakso setan yang gede banget, bakso bang kumis, dll

    salam blogwalking

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...