Minggu, 14 Februari 2016

Musim Durian, Saatnya Berburu Kolak Durian Wonosalam

KALAU kita jalan-jalan ke Wonosalam Jombang saat musim durian seperti saat ini, selain durian yang bisa kita nikmati, kita juga akan mendapat suguhan lain, yaitu Kolak Durian Wonosalam. Penganan khas musim durian dan merupakan “perkawinan” antara kolak dengan buah durian yang akhir-akhir ini mulai naik daun kembali serta menjadi buruan para pelancong. Apalagi setelah adanya pesta tahunan “Kenduri Durian Wonosalam” yang diadakan sejak 2012 lalu, pamor kolak durian kian melangit dan cetar membahana di semesta raya maupun dunia maya.

Sebenarnya penganan ini bukan barang baru di Wonosalam Jombang. Kolak Durian Wonosalam yang ada saat ini merupakan penganan lawas masyarakat dan sedang mengalami “reinkarnasi” untuk mengisi ruang dan keinginan pasar, untuk diversifikasi sekaligus mengisi lumbung-lumbung ekonomi dengan value added-nya.

Saya sendiri tak asing dengan kolak durian semacam ini. Jaman dulu orang-orang di kampung kalau membuat kolak, entah kolak pisang, ketela, singkong, dan sebagainya, umumnya buah durian menjadi campuran dan yang dimasukan tidak hanya daging buahnya, tetapi juga dengan bijinya sekaligus. Kolak yang dicampur durian, bukan aromanya saja yang seksi menggoda, tetapi rasa yang dihasilkan juga lebih unik, “berwarna-warni” dan eksotis.

Untuk mendapatkan Kolak Durian Wonosalam, jika di luar musim durian memang agak sulit mencarinya. Namun jika musim durian tiba seperti sekarang ini banyak bermunculan penjual Kolak Durian Wonosalam. Umumnya Kolak Durian Wonosalam ini dibuat dari bahan dasar beras ketan putih yang ditambah dengan santan, gula merah, gula pasir, daun pandan wangi, dan tentu saja buah durian. Bahan dasarnya kolak durian, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bisa dari ketela, singkong, pisang dan sebagainya seperti orang-orang jaman dahulu.


Sementara durian yang dipakai biasanya dari jenis durian lokal yang ada di Wonosalam, durian petruk, ataupun durian montong yang terkenal dengan aroma dan rasa yang tajam dan mantap. Untuk jenis durian oranye atau limas atau disebut juga dengan durian belanda, saya belum pernah tahu kalau untuk dijadikan campuran kolak. Mungkin karena aroma dan rasa durian oranye ini yang kurang tajam dan menyengat. 

Kolak Durian Wonosalam ini sangat pas jika dinikmati hangat-hangat dan dalam suasana musim hujan nan dingin khas pegunungan. Maka tak mengherankan jika banyak pelancong yang jalan-jalan ke Wonosalam menyukai Kolak Durian Wonosalam ini. Apalagi khasiat dari durian yang dicampurkan dan kita konsumsi akan mampu menghangatkan badan di tengah cuaca dingin. Untuk seporsi atau semangkuk kolak durian ini, kita tak perlu merogoh saku terlalu dalam, harganya sangat bersahabat, berkisar antara 5000-8000 ribu rupiah.

Nah, Anda tertarik dengan Kolak Durian Wonosalam? Buruan, mumpung musim durian dan masih banyak penjualnya!

4 komentar:

  1. pengen ih tapi takut kolestrol naik :P

    BalasHapus
  2. enak iki mas rasana kolok duren e.,.hehe
    ddi tmbh pengen ae mas..kangen jombang :D

    BalasHapus
  3. Wah..jadi ngiler pagi2 euy....murah ya disana....cuba kalau di tempat saya Balikpapan...kyk bgitu sudah 20.000 an hargnya..haduhh...

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus, ijin share di https://ksmtour.com , terimakasih

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...