Minggu, 25 Oktober 2009

Rosidah, Donatpreneur yang Blogger!


KEYAKINAN saya, Mbak Rosidah (selanjutnya saya sebut Mbak RSD) pemilik Donat Kampoeng Utami dan Roshberry Donuts and Coffee di Jombang, tahu betul akan kekuatan teknologi informasi, khususnya dunia internet, webblog dan webbsite untuk mempromosikan produknya ke masyarakat. Setidaknya 4 atau 5 tahun lalu siapa yang mengenal produknya yang memanjakan lidah ini. Namun, berkat promosi yang saya kira sangat revolusioner dan ‘‘radikal“ ini, perlahan-lahan orang (setidaknya saya) mulai mengenal, bahkan hingga menerbangkan sang pemilik ke negeri jiran. Jadi saya berharap Mbak RSD tidak risih jika saya menyebutnya sebagai seorang “donatpreneur yang blogger“. 

Secara personal di dunia nyata, saya memang tak mengenal Mbak RSD, sang donatpreneur yang blogger yang asal Jombang ini. Namun di dunia maya (blog), sekitar tiga tahun lalu kami sudah saling bertemu dan bertamu serta saling meninggalkan jejak di shoutmix masing-masing dan saya sempat kebingungan karena pernah diminta untuk menuliskan produk DKU-nya ketika itu sebagai salah satu makanan khas Jombang (tulisan itu bisa diklik di sini).

Ke-donatpreneur-an dan ke-blogger-an Mbak RSD bisa kita lihat di dua blognya, yaitu http://utamidonat.blogspot.com
ataupun di http://roshberrydonuts.blogspot.com/ yang postingan maupun aksesorisnya cukup semarak. Blog itu tak sekadar narsis-narsisan atau bualan belaka (yang selama ini seringkali melekat menjadi stigma negatif para blogger), tetapi benar-benar blog yang “lezat“ dan kreatif dengan postingan berbagai produk DKU dan testimoni konsumennya serta postingan hasil liputan berbagai media massa yang pernah mengangkat profil dan sepak terjangnya selama ini.

Disamping itu, ia juga mulai dengan membuka gerai atau cafe yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memanjakan konsumen atau pengunjungnya termasuk fasilitas internet gratis (hotspot area). Mungkin saja usaha ini untuk memenuhi gaya hidup masyarakat kita yang saat ini mulai berubah. Orang ke cafe bisa jadi bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga untuk mencari suasana lain yang berbeda, termasuk untuk unjuk diri. Dulu ada ungkapan “you are what you eat“, namun sekarang bisa saja ungkapan itu bergeser menjadi “you are where you eat“, sebagai penanda siapa diri kita. Penampilan produk pangan dengan aroma dan rasa itu sangat penting, tetapi sekarang suasana yang nyaman juga tak kalah pentingnya.

Terlepas dari itu semua, usaha itu tentu saja sebagai suatu upaya yang sangat positif untuk membangun branded atau label produk kudapannya yang “pro lidah“ dan "pro saku" tentunya. Ditambah lagi dengan bangunan “gerai“ di facebook, twiter dan friendster yang tak kalah semaraknya, yang saya yakin semua itu untuk mengarahkan pengguna internet menuju blog utamanya sekaligus membangun jaringan promosi online yang tentu saja membawa efek positif pada branded produknya.

Bentuk ke-donatprenur-an Mbak RSD yang lain, yang mungkin luput dari pikiran kita, kita sadari atau tidak, adalah mengadakan lomba blogger seperti saat ini. Ini sungguh luar biasa efeknya bagi promosi produknya sekaligus membentuk life style yang melek teknologi namun tetap konstruktif dan kreatif memanfaatkan hasil teknologi. Hal ini sah-sah saja dilakukan dalam dunia marketing, dan saya sangat mengapresiasi caranya ini. Saya pribadi punya obsesi tersendiri setelah acara ini (silahkan klik di sini), yaitu tak sekadar mengikuti kompetisi, tetapi yang lebih penting para blogger Jombang bisa membentuk sebuah komunitas yang menyatukan para blogger Jombang dengan segala kreativitasnya, serta mampu memberi kontribusi konstruktif dalam pembangunan Jombang. Dan saya berharap Mbak RSD bisa menjembatani, atau bahkan mensupport dan mensponsori terbentuknya komunitas blogger Jombang nantinya.


Obsesi atau harapan saya berikutnya, produk yang dihasilkan oleh Mbak RSD dengan Roshberry Donuts dan Coffee bahan bakunya mampu dikombinasikan dengan bahan baku lokal Jombang. Seperti kata Mbak RSD, bahwa bahan dasar donat adalah tepung terigu (olahan gandum) dan kentang. Selama ini yang namanya gandum itu kita masih mengimpor. Kita tidak bisa memproduksinya sendiri, karena disamping secara geografis kurang cocok dengan tanaman gandum, teknologi pertanian ataupun rekayasa genetika belum memungkinkan menanam gandum dengan perolehan produksi yang optimal.

Harapan saya selanjutnya, bisakah Roshberry Donuts dan Coffee melakukan perubahan dengan mengubah bahan dasar atau setidaknya ada kombinasi dengan bahan dasar lokal, semisal memakai tepung ketela yang banyak diproduksi oleh para petani Jombang yang tentunya tanpa mengubah kualitas rasanya. Disamping membantu penyerapan sekaligus meningkatkan price dan prestice produk petani yang selama ini sering tak dihargai, juga membantu program diversifikasi pangan yang selama ini terbengkalai. Dan yang jelas, juga akan membantu meringankan beban neraca pembayaran internasional. Mungkin awalnya ini akan menyulitkan, tetapi saya yakin suatu saat Mbak RSD akan mampu mengombinasikannya. Toh, teknologi pengolahan pangan sekarang sudah cukup maju, meskipun belum merata dan dapat diakses oleh semua orang.

Kembali ke masalah awal, hal apakah yang mendasari Mbak RSD berpromo produk lewat blog? Saya kira banyak hal yang mendasarinya. Pertama, dengan blog ia akan lebih mengoptimalkan aktivitas penetrasi pasarnya, dengan biaya yang relatif murah, sebab blog atau lengkapnya webblog tersedia gratis dengan fasilitas dan fitur yang tak kalah dengan website yang berbayar.

Kedua, blog sebagai alat komunikasi langsung atau public relation dalam membangun citra produk disamping untuk membangun jaringan dengan konsumen.

Ketiga, asal ada jaringan internet, blog sifatnya terbuka untuk setiap personal, jangkauannya luas dan global dibandingkan dengan situs jaringan semacam facebook yang terbatas. Beberapa media memperkirakan bahwa sampai tahun 2008 lalu sekitar semilyar manusia di jagat raya ini telah “tersambung“ dengan dunia internet dan sekitar 20 persennya adalah blogger. Sangat fantastis jika kita bisa membangun jaringan lewat internet khususnya blog.

Mungkin beberapa hal utama itulah yang menjadi pertimbangan donatpreneur dari Jombang ini untuk memanfaatkan blog sebagai sarana promosi produknya. Spirit yang layak diteladani bagi entrepeneur-entrepenur muda Jombang maupun para blogger Jombang. Saya yakin dan optimis jika para blogger Jombang mampu memanfaatkan blog sebagai sarana untuk kreativitas, Jombang akan berkembang lebih pesat.

Namun sayangnya, tidak semua orang (blogger) bisa memanfaatkan blog dengan sehat dan produktif seperti ini. Banyak orang dengan blognya sekadar untuk narsis-narsisan dan cenderung membual. Sah-sah saja sebenarnya, karena itu hak personal blogger, namun alangkah baiknya kalau kegiatan ngeblog menjadi gaya hidup yang sehat, produktif dan bertanggungjawab, demi kemajuan kita dan kota kita sendiri tentunya. Semoga!
Artikel terkait Khas Jombang lainnya silahkan klik di sini

4 komentar:

  1. Selamat Atas Juara Favorit Versi Pilihan Pemilik Roshberry, Ibu Roshida Utami..... Selamat ya....!! Moga ngeblog-nya tambah ajeg....

    BalasHapus
  2. Selamat ya... sudah jadi juara di lomba ngeblog!!!!!

    hebat uey!!!.....
    salut

    BalasHapus
  3. padahal biasane yo ngeludruk ambek aku lo...kok yo iso menang lomba yo?..hihihi

    BalasHapus
  4. saya mengenal mbak Utami ini dulu sebagai teman kuliah yang menyenangkan. Rajin ikut kuliah, supel bergaul. Makanya gak terlalu aneh kalau sekarang jadi entepreneur sukses. Saluttt...!

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...