Kamis, 24 Maret 2016

Cara Menanam Cabai dalam Ruangan

Gambar: caraberkebun.com
BEBERAPA hari terakhir, harga cabai melambung sangat tinggi. Dari harga sebelumnya yang berkisar pada harga 30 ribu/kg saat ini melambung hingga menembus harga 80 ribu/kg. Salah satu penyebab melambungnya harga cabai tersebut adalah karena berkurangnya pasokan dari para petani akibat banyak yang mengalami gagal panen.  Kegagalan panen tersebut lebih disebabkan cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini yang sulit dikendalikan oleh petani.

Nah, salah satu cara tetap bisa menanam cabai dengan baik dan sekaligus untuk mengatasi mahalnya harga cabai adalah dengan menanam sendiri di dalam ruangan (rumah), bukan green house khusus. Secara kuantitas hasilnya memang tak terlalu banyak, namun kalau hanya dipakai untuk ukuran rumah tangga kecil, hasilnya cukup signifikan.

Menanam cabai dalam ruangan juga punya keuntungan lain, yaitu menambah keasrian dan estetika ruangan. Selain itu, memungkinkan kendali atas tanaman juga lebih mudah terutama terkait dengan air, suhu, dan cahaya sehingga tanaman cabai lebh sehat dan jauh dari hama dan penyakit tanaman. Berikut beberapa cara menanam cabai dalam ruangan:
  1. Siapkan pot sebagai tempat tanaman. Untuk pot bisa dipilih dari bahan plastik yang diberi tatakan untuk menampung kelebihan air sekaligus menjaga kebersihan lantai atau ruangan. Selain itu bisa juga dipilih dari jenis tanah liat atau semen, namun tidak disarankan menggunakan dari bahan semen ini. Pot ini yang terpenting harus mempunyai lubang pembuangan untuk menjaga kelembaban sekaligus mencegah kelebihan air yang bisa merusak perakaran. 
  2. Isi pot dengan tanah dan kompos yang steril yang bisa dibeli di toko-toko pertanian sebagai media tanaman. Untuk mencegah berkembangnya cacing dalam media sekaligus meningkatkan kualitas media bisa diberi vermiculite.
  3. Kemudian siapkan bibit cabai yang siap ditanam. Jika menggunakan benih yang belum disemaikan, bisa disemaikan langsung ke dalam pot, namun ini akan memakan waktu yang lebih lama dan resiko gagal berkecambah akan lebih besar.
  4. Semprot bibit atau benih dengan air sesering yang diperlukan untuk menjaga kelembaban tanah dan tanaman. Air sangat penting untuk cabai, terutama pada tahap awal penanaman.
  5. Letakan tanaman cabai di dekat jendela atau bagian ruangan yang terkena sinar matahari. Tanaman cabai berkembang pada sinar matahari penuh, sehingga menempatkan tanaman dekat jendela memeungkinkan untuk tetap mendapatkan pencahayaan. Pencahayaan bisa juga memanfaatkan cahaya lampu penerangan rumah, namun ini kurang efektif dan tentu mengeluarkan biaya tambahan.
  6. Selain pencahayaan, perlu diperhatikan juga sirkulasi udara. Tanaman harus sesering mungkin mendapatkan udara segar.
  7. Untuk pemupukan dapat menggunakan pupuk NPK yang mempunyai kandungan nitrogen, phospor, dan kalium. Nitrogen berguna untuk meningkatkan pertumbuhan daun, phospor untuk perakaran dan buah, dan kalium meningkatkan berbunga dan kekuatan keseluruhan tanaman.
Demikianlah cara menanam cabai dalam ruangan. Pada 2,5 bulan sampai 3 bulan berikutnya tanaman ini sudah bisa menghasilkan dan bisa kita manfaatkan hasilnya. Semoga bermanfaat!


3 komentar:

  1. Sebagai aksi nyata go green skala kecil,, bagus trik ini diterapkan,, apalagi untuk masyarakat perkotaan, bisa dijadikan potret urban farming skala rumah tangga ^^ nice kaak :)

    BalasHapus
  2. jaman sekarang, ga perlu tempat luas untuk bercocok tanam yg penting niatnya :)

    BalasHapus
  3. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...