Sabtu, 16 Januari 2016

Perilaku Konsumen Pendekatan Kardinal

Sumber: freshpeel.com
DALAM ilmu ekonomi mikro, pembahasan perilaku konsumen menjadi bagian terpenting dan utama. Secara umum perilaku konsumen dapat dianalisis dengan dua pendekatan, yaitu melalui pendekatan nilai guna (kardinal) dan pendekatan kurva kepuasan sama atau indefference curve (ordinal). Pendekatan kardinal adalah pendekatan yang bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan setiap konsumen bisa diukur dengan satuan  uang atau satuan lain (utilitas yang bersifat kardinal).

Sementara pendekatan ordinal adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah (utilitas yang bersifat ordinal).

Dalam tulisan kali ini saya hanya akan menjelaskan secara sederhana tentang pengertian perilaku konsumen dengan pendekatan kardinal. Sebelum melangkah lebih jauh, ada beberapa istilah yang harus dipahami, yaitu utilitas, total utilitas, dan marjinal utilitas. 

Utilitas atau nilai guna adalah kepuasan yang dirasakan seseorang karena mengonsumsi suatu barang atau jasa. Dalam pendekatan kardinal, kepuasan ini dinyatakan dengan angka atau kuantitatif (kardinal). Semakin tinggi kepuasannya semakin tinggi pula nilai guna atau utilitasnya.

Sedangkan total utilitas adalah total kepuasan yang diperoleh seseorang dari barang atau jasa yang dikonsumsinya. Sementara marginal  utilitas  adalah  tambahan   kepuasan yang diperoleh seseoarang karena bertambanhya barang atau jasa yang dikonsumsi atau dibeli sebanyak satu satuan unit.

Ada beberapa asumsi yang berlaku dalam pendekatan kardinal ini:
  • Kepuasan dapat diukur dengan satuan uang, angka, atau satuan unit lainnya (kardinal).
  • Berlakunya Hukum Gossen yang mengatakan bahwa the law of diminishing marginal utility atau semakin banyak suatu barang dikonsumsi maka tambahan kepuasan atau marjinal utilitas yang diperoleh dari setiap tambahan yang dikonsumsi akan menurun.
  • Konsumen akan mencapai kepuasan total yang maksimal pada tingkat konsumsi (pembelian) dimana pengorbanan untuk pembelian unit terakhir dari barang tersebut adalah sama dengan kepuasan tambahan yang didapat dari unit terakhir barang tersebut.
Sebagai contoh, misalnya seseorang mengonsumsi minuman sebanyak 5 gelas. Pada setiap gelas yang diminum tentunya akan memberikan tingkat kepuasan yang berbeda-beda. Dalam pendekatan kardinal, maka gelas pertama yang dinikmati akan memberikan kepuasan yang lebih tinggi (kemanfaatan menghilangkan dahaga, rasa plong atau lega, dan sebagainya) dari pada gelas kedua atau ketiga. Dengan kata lain kepuasan yang diberikan dari gelas-gelas berikutnya akan menurun. Sampai batas tertentu total kepuasan akan berada pada titik maksimum (titik jenuh) yang setelahnya akan mengalami penurunan.

Misalnya dari uraian tersebut bisa kita buat tabel dan kurva seperti di bawah ini:


Dari tabel dan kurva tersebut juga terlihat bahwa marjinal utilitas, pada gelas pertama akan memberikan nilai yang paling tinggi (MUx sebesar 9) kemudian terus mengalami penurunan angka 4, 2, 0 dan sampai angka -3. Itu artinya bawa gelas pertama memang memberikan kepuasan yang tinggi. Penambahan pada gelas ke dua sampai ke empat tetap memberikan kepuasan meskipun nilai semakin kecil. Sementara pada gelas ke 5 justru nilainya -3, yang ini berarti bahwa penambahan pada gelas 5 justru mengakibatkan kerugian atau tidak ada utilitasnya lagi. Jadi sesungguhnya pada gelas ke empatlah kita memperoleh kepuasan atau tingkat utilitas yang paling banyak (TUx sebesar 15 dengan MUx sebesar 0) atau  maksimal kita bisa menikmati minuman. 

Pada gelas kelima, yang terjadi adalah bahwa usaha atau pengorbanan kita menambah dan menikmati minuman tidak memberikan tambahan kepuasan bahkan kerugian. Dalam kehidupan sehari-hari. Makan-minum terlalu banyak hingga mencapai titik jenuh atau bahkan melebihi, justru akan menimbulkan kerugian finansial maupun kesehatan, yang ujung-ujungnya mengeluarkan biaya yang lebih besar daripada manfaat atau kepuasan yang diperoleh dari aktifitas makan-minum itu. 

Demikianlah secara singkat uraian sederhana untuk mengetahui perilaku konsumen dengan pendekatan nilai guna atau kardinal. Semoga bermanfaat!

1 komentar:

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...