Kamis, 19 November 2015

Sintrong, Gulma yang Bermanfaat dan Berkhasiat Obat

Sintrong (Sumber: flickr.com)
MUNGKIN tak terlalu banyak orang yang mengenal tanaman yang oleh orang kampung saya disebut "sintrong". Tanaman ini merupakan tanaman liar dan dikategorikan sebagai gulma atau tanaman pengganggu. Di kampung saya, biasanya tumbuh di bawah tanaman cengkeh yang terutama dipupuk dengan pupuk kandang. Biasanya tumbuh subur dengan tanaman “eksotis” lainnya, seperti krokot dan ciplukan. Selain tumbuh di kebun-kebun dan pekarangan yang gembur dan banyak air, juga tumbuh banyak di pematang-pematang sawah ataupun lahan persawahan yang baru dikeringkan.

Secara ilmu biologi, tanaman sintrong yang dalam bahasa latinnya disebut crassocephalum crepidioides termasuk jenis tumbuhan anggota suku Asteraceae. Di kampung saya, yang berada pada ketinggian sekitar 500-1000 meter dari permukaan laut, tanaman ini tumbuh subur terutama di musim penghujan. Tingginya bisa mencapai hampir semeter, tergantung kondisi tanah dan cahaya matahari yang menyinari. Batang maupun daun jika dihancurkan atau diremas akan mengeluarkan aroma yang khas.

Sementara bunganya berupa bunga majemuk dengan bongkol-bongkol yang tersusun dengan warna hijau dan ujungnya kemerah-merahan. Sedangkan mahkotanya berwarna kuning dengan ujung kecoklatan. Jika sudah mekar, bunganya didominasi warna putih yang mudah terbang jika diterpa angin. Itu makanyan tanaman sintrong ini cepat menyebar kemana-mana dan berkembangbiak karena bantuan angin.

Bermanfaat dan Berkhasiat Obat

Lalu apa manfaat tanaman ini? Meskipun tergolong tanaman penggangu ata gulma, sintrong sebagai gulma mudah dikendalikan dan dibasmi. Namun, kebanyakan orang di kampung saya biasa memanfaatkan tanaman ini sebagai sayuran, terutama pelengkap sayuran pecel. Dan sepengetahuan saya, selama saya tinggal di Jawa Barat, warung-warung masakan sunda juga biasa menyediakan sintrong ini sebagai lalapan. Selain itu, tanaman sintrong juga seringkali dijadikan pakan ternak, terutama ternak kelinci dan marmut.

Selain sebagai sayuran dan pakan ternak, banyak literatur yang menyebutkan bahwa tanaman sintrong juga bisa digunakan untuk obat, misalnya untuk mengatasi gangguan perut, sakit kepala, luka, antiradang, hemostatis, tonikum, pencahar, dan emetik (perangsang muntah). Herba tumbuhan ini bisa digunakan untuk mengobati demam, radang amandel, dan eksim. Untuk lebih detail cara memnafaatkan tanaman sintrong sebagai obat, kita bisa mencari buku-buku terpercaya tentang tanaman herbal.

Nah, demikianlah manfaat dan khasiat tanaman sintrong ini.

4 komentar:

  1. Haaaaaaaaaaaa, pas kecil suka nyabutin tanaman ini buat dirangkai terus dijadiin mahkota-mahkotaan :D

    BalasHapus
  2. Di kampung saya (Toraja) jadi pakan babi....
    :V

    BalasHapus
  3. kirain cuma tanaman atau rumput2 an biasa ternyata bermanfaat juga ya :D

    BalasHapus
  4. pernah tau tanaman ini di kebun - kebun kirain ramput liar hehe

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...