Rabu, 28 Oktober 2015

Membangun Ekonomi Mikro dengan Microfinance

MEMBACA buku ini kita tak akan mengira bahwa buku ini merupakan “permak” dari disertasi penulis. Kenapa? Buku ini merupakan pengembangan disertasi yang berdasarkan hasil diskusinya dalam forum-forum internasional yang pernah diikuti penulisnya. Lokus dan fokusnya adalah terkait dengan usaha  mikro yang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 40 juta orang yang jika dihitung bersama dengan anggota keluarganya yang dihidupi bisa lebih dari 150 juta orang.

Namun dari jumlah itu, ternyata selama ini mereka sebagian besar “hidup sendiri” dan “apa adanya”. Karena “kesendirian”dan “apa adanya” itulah mereka sulit mengembangkan usahanya. Mereka seringkali meghadapi keterbatasan dana, akses ke berbagai lembaga keuangan, pasar, dan sebagainya.

Nah, berdasarkan kenyataan tersebut, penulis buku ini mencoba menawarkan sebuah konsep tentang pengembangan usaha mikro berbasis ekonomi mikro. Di bukunya ini, B.S. Kusmuljono melirik sektor pertanian dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Ia berpendapat bahwa Indonesia memiliki mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Dengan jumlah yang mayoritas tersebut, petani dapat menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa negara.

Sektor pertanian dan usaha kecil menengah merupakan basis produksi barang kebutuhan dasar semacam bahan pangan dan bahan baku lainnya, yang dapat menjadi sumber ekonomi bagi negara-negara kecil dan berkembang. Sektor pertanian juga bisa menjadi “bemper” tenaga kerja dan sekaligus sebagai pasar bagi produk-produk industri lainnya. Pun demikian dengan berkembangnya usaha mikro maka akan bisa tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah dari produk-produk yang diprosesnya, utamanya yang bahan bakunya disediakan dari sektor pertanian.

Selain UMKM yang berbasis pertanian, penulis juga mengupas masalah pertanian organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus sebagai upaya melepas ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik yang keberadaannya seringkali langka. Penggunaan pupuk organik selama ini kurang mendapat perhatian oleh masyarakat tani maupun pemerintah. Mungkin karena dianggap kurang praktis dan rmemang memerlukan waktu relatif lamban dalam “menutrisi” tanah dan tanaman. Namun demikian, sesuungguhnya penggunaa pupuk organik lebih hemat dan dalam jangka panjang lebih berkelanjutan.

Selanjutnya untuk mendukung program-program tersebut maka dukungan finansial mutlak diperlukan, setidaknya akses dan agunan yang dipermudah. Termasuk juga di dalamnya ada lembaga yang siap “pasang badan” sebagai penjamin. Selama ini persoalan akses dana dan agunan seringkali membelit masyarakat tani dan pedesaan. Jika hal seperti ini bisa diatasi, tetntu akan bisa membantu kaum tani dan pelaku UMKM untuk lebih berdaya dan bisa meningkatkan kesejahteraannya.


Judul Buku: Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha: Sebuah Konsep Baru Tentang Microfinance
Penulis: Dr. B.S. Kusmulyono
Penerbit: IPB Press
Cetakan: II, Juli 2009
Tebal: 274 hal.
ISBN: 978-979-493-181-3

1 komentar:

  1. saya juga baru tahu setelah membaca isinya bahwa buku ini dikembangkan dari desertasi. Harusnya lebih banyak buku-buku yang mengangkat tema pertanian dan pemberdayaan UKM seperti ini. Terima kasih atas pencerahannya.

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...