Minggu, 11 Mei 2014

Kriteria Calon Presiden Pilihan Saya

kapanlagi.com
BANYAK orang yang melontarkan pertanyaan kepada saya seputar pilpres 9 juli 2014 nanti. Pertanyaan yang paling umum adalah apa kriteria calon presiden yang akan saya pilih nanti. Pertanyaan yang menurut saya paling personal yang harusnya tak perlu ditanyakan. Bukankah setiap orang atau calon pemilih mempunyai refensi tersendiri dalam menentukan pilihannya? Bukankah setiap pemilu ataupun pilpres ada pernyataan yang mengatakan bahwa pemilu itu sifatnya langsung, umum, bebas, dan rahasia?

Meskipun demikian, sebagai warga negara biasa, orang ladang dan pencangkul, serta bukan anggota gerombolan atau partai politik, tentu saja saya juga mempunyai kriteria calon presiden yang akan saya pilih nanti meskipun kriterianya sangat sederhana. Harap maklum kalau kriteria saya sangat sederhana, pilhan seorang warga biasa, orang desa yang jauh dari huru-hara dan hura-hura politik. Dan kriteria itu mungkin tidak penting bagi orang lain, meskipun penting saya ungkap di sini. Ada kriteria normatif dan kriteria tidak normatif. Kriteria normatifnya setidaknya seperti kriteria dasar orang memilih pasangan, jadi tak perlu juga saya sebutkan di sini karena saya yakin banyak orang yang sudah tahu.

Sementara itu, kriteria yang tidak normatif setidaknya ada dua: Pertama, usia capres tak jauh beda dari usia presiden pertama RI ketika dilantik menjadi presiden. Kenapa? Kalau ketuaan pasti nggak enak dipanggil Pak Presiden, pantasnya mBah atau Eyang Presiden. Juga kalau kadaluwarsa (melebihi masa pensiun) sangat tidak baik bagi “kesehatan”, bisa-bisa membuat “keracunan”. Selain itu jika ketuaan, jelas tidak bisa mewakili saya yang masih (sok) muda ini.

Kemudian kriteria yang kedua, capres harus “sering mandi” dan mandinya kalau bisa “mandi besar”. Kenapa? Kalau jarang mandi takutnya masih bau amis darah, bau lumpur, dan juga bau sapi. Sangat tidak nyaman dalam pergaulan kalau punya presiden yang bau seperti itu.

Nah, itulah setidaknya dua kriteria sederhana saya tentang capres pada pilpres mendatang. Kriteria yang sangat sederhana dan kriterianya seorang warga biasa, orang desa dan seorang pencangkul yang sekali lagi mungkin tidak penting bagi orang lain.


BACA JUGA:
Orang Ladang Memandang Prabowonomics

Menjadi Pasukan Nasi Bungkus, Mengapa Tidak?

Puisi Nasi Bungkus

(Bukan) Puisi: Raimuikusopo?

2 komentar:

  1. jg jgn terlalu muda ya pak..ntar dipanggil Dek Presiden...

    BalasHapus
  2. Saya sependapat dengan yang kedua. Harus sering mandi.

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...