Selasa, 12 Juni 2012

Tips Memilih dan Membeli Produk Pangan

Makanan dengan pewarna tambahan 
(Sumber: antarafoto.com)
CATATAN ini saya ambil dari buku yang saya dapatkan sekitar tujuh tahun yang lalu.  Buku dengan judul  Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan yang diterbitkan oleh Himpunan Alumni Fakultas  Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, diberikan secara gratis ketika itu. Saya tertarik membuka buku itu kembali setelah menyimak berbagai media tentang keamanan pangan yang marak disiarkan akhir-akhir ini. Betapa tidak, banyak makanan yang ada disekitar kita, terutama yang ditawarkan oleh produsen/pedagang diproduksi secara serampangan tanpa menghiraukan keamanan bagi konsumen, hanya untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

Mungkin bukan karena kesengajaan produsen atau penjual dalam menaburkan zat-zat berbahaya, tetapi bisa juga karena kurang mengetahui bahaya akan zat-zat itu.Sementara itu, konsumen sendiri juga banyak yang kurang peduli dan kurang memahami bahan-bahan yang terkandung dalam pangan yang dibeli atai dikonsumsinya. Maka disinilah peran informasi sangat diperlukan. Dari isi buku ini, ada beberapa informasi penting yang perlu kita amati dalam memilih dan membeli produk pangan
  1. Kode registrasi produk. Ini untuk menandakan apakah produk yang bersangkutan sudah terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Setidaknya dengan begitu, produk tersebut legal dan aman. Produk yang telah teregistrasi biasanya telah dikaji keamanannya. Penyimpangan bisa saja terjadi jika produsen melakukan perubahan tanpa sepengetahuan BPOM setelah nomor registrasi didapatkan. Namun dengan mekanisme pengawasan dan kontrol yang dilakukan secara rutin BPOM, penyimpangan ini bisa terdeteksi. 
  2. Ingredient atau bahan-bahan yang terkandung dalam produk pangan. Di bagian inilah dicantumkan aneka bahan utama dan zat tambahan pangan yang terkandung dalam produk pangan, sehingga Anda tahu apakah produk pangan ini cocok bagi tubuh Anda. Sebaiknya hindari membeli produk yang tidak mencantumkan informasi bahan kandungannya. Ketentuan pencantuman kandungan pada kemasan sudah menjadi keharusan yang wajib dipenuhi agar konsumen tahu zat apa yang dikonsumsinya. Bila aturan ini tidak dipatuhi, Anda tidak perlu mengambil resiko mengonsumsi produk yang tidak jelas isinya. 
  3. Petunjuk aturan pakai Informasi ini memudahkan Anda dalam mengonsumsi produk pangan. Bila aturan pakai ini diabaikan, manfaat yang dipetik dari produk pangan tidak optimal atau malah bisa membahayakan kesehatan. 
  4. Informasi efek samping. Ini salah satu faktor penting yang perlu diketahui sebelum membeli dan mengonsumsi produk pangan. Biasanya tercantum pada produk pangan yang beresiko pada orang-orang tertentu..
  5. Expired date (kadaluarsa produk) Pastikan produk pangan yang dibeli masih belum kadaluarsa. Setinggi apapun mutu, sebaik apapun nilai gizi, dan secanggih apapun pengemasan suatu produk pangan, akan menjadi tidak aman dan tidak layak dikonsumsi bila sudah mencapai atau melewati tanggal kadaluarsanya. 
Makanan jajanan 

Tidak mudah menentukan apakah suatu makanan jajan aman untuk dikonsumsi. Jajanan biasanya diproduksi industri rumah tangga secara sederhana dan tidak mempunyai label keterangan pada produknya. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk memilih jajanan yang aman: 
  1. Perhatikan kemasannya, apakah bersih dan tertutup dari debu. 
  2. Jika warna makanan atau minuman terlalu mencolok atau terlalu cerah, besar kemungkinan produk pangan tersebut mengandung pewarna sintetis. 
  3. Jangan terpedaya dengan harga murah. Produk pangan yang mengandung bahan tambahan pangan (BTP) sintetis berlebihan biasanya dijual dengan harga murah. 
  4. Cicipi rasanya. Jika ada rasa agak pahit setelah mengonsumsinya, boleh dicurigai produk pangan tersebut megandung pemanis buatan yang berlebihan. 

Tulisan terkait:
Urgensi dan Kendala Diversifikasi Pangan

3 komentar:

  1. Memperhatikan kemasan, melihat warna, harga, dan cicipi rasanya. Hmmm...., sungguh penting sekali hal ini diperhatikan. Makasih banyak ya, Mas.

    BalasHapus
  2. Sanga aktual artikelnya..semoga bisa bermanfaaat bagi bangsa kita..amiin

    BalasHapus
  3. Lebih baik hindari PPPPPPP : Pengawet, Pewarna, Perasa, Pemutih, Pengenyal, Pelembut, Pemanis
    Dan lebih baik lagi, pastikan semua sudah mempunyai sertifikat halal dari MUI yang jelas...

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...