Rabu, 30 Desember 2009

Download Gratis Buku “Membongkar Gurita Cikeas”

SEMINGGU ini kita dihentakkan dengan terbitnya buku kontroversial berjudul “Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Kasus Bank Century” karya George Junus Aditjondro. Buku yang mengupas antara lain keterlibatan RI-1 dalam skandal Bank Century, terutama aliran dananya yang masuk ke yayasan-yayasan yang berkaitan erat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti Majelis Dzikir, Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, Yayasan Puri Cikeas, dan Yayasan Mutu Manikam. Akibat kontroversialnya ini, buku yang soft launching-nya pada tanggal 23 Desember 2009 lalu itu pun menghilang dan sulit didapatkan di pasaran. Menurut George Junus Aditjondro, sang penulis buku (Surya, 28 Desember 2009), ini akibat ada orang yang mengaku dari Kejagung yang “mengintimidasi secara lembut” ke toko-toko buku yang menjual buku Membongkar Gurita Cikeas.

Rabu, 16 Desember 2009

Sepotong Senja yang Terpotong

SENJA! Kita mungkin seringkali tak terlalu hirau kala senja datang menjelang. Senja seringkali datang dan menghampiri begitu saja tanpa kesan. Namun sejatinya, ketika senja datang, berjuta perasaan membuncah, bergelayut dan berkelana dalam diri kita. Namun, bagaimana perasaan itu membuncah dan bergelayut, tergantung dari pengalaman batin kita masing-masing.

Senin, 30 November 2009

Membongkar Mafia Berkeley

MASIH ingat Mafia Berkeley? Ini adalah kalimat pertama yang sangat “menggelitik” dalam salah satu topik yang ditulis Revrisond Baswir dalam buku ini. Mafia Berkeley didefinisikan sebagai sekelompok ekonom yang dibina pemerintah Amerika untuk membelokkan arah perekonomian Indonesia ke jalan ekonomi pasar neoliberal. Padahal menurutnya, mempercayakan pemulihan ekonomi kepada para ekonom Berkeley akan sia-sia saja bahkan akan mengundang bahaya. Karena sebenarnya mereka tak mempunyai kesaktian mumpuni kecuali keadaan yang memungkinkan mereka untuk “berprestasi”.

Minggu, 25 Oktober 2009

Rosidah, Donatpreneur yang Blogger!


KEYAKINAN saya, Mbak Rosidah (selanjutnya saya sebut Mbak RSD) pemilik Donat Kampoeng Utami dan Roshberry Donuts and Coffee di Jombang, tahu betul akan kekuatan teknologi informasi, khususnya dunia internet, webblog dan webbsite untuk mempromosikan produknya ke masyarakat. Setidaknya 4 atau 5 tahun lalu siapa yang mengenal produknya yang memanjakan lidah ini. Namun, berkat promosi yang saya kira sangat revolusioner dan ‘‘radikal“ ini, perlahan-lahan orang (setidaknya saya) mulai mengenal, bahkan hingga menerbangkan sang pemilik ke negeri jiran. Jadi saya berharap Mbak RSD tidak risih jika saya menyebutnya sebagai seorang “donatpreneur yang blogger“. 

Kamis, 03 September 2009

“Buku Biru” atas Pemikiran Cak Nur

TAK mudah menafsirkan pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid dengan cara pandangnya yang unik bahkan seringkali berlawanan dengan mainstream pada umumnya. Cak Nur, sebutan akrabnya, dilahirkan di kota santri, Jombang, 17 Maret 1939 dari keluarga dengan tradisi pesantren yang kental. Tradisi pesantrennya semakin kuat dengan memasuki ranah kehidupan pesantren di Darul Ulum Jombang, yang ketika itu masih dianggap mewakili stereotip pesantren tradisional dan di pondok modern Darussalam Gontor. Meskipun demikian, pemikirannya bukan lantas mewakili stereotip pesantren tradisional. Ia bahkan dikenal sebagai pemikir modernis Islam terkemuka jauh hari sebelum "nyantri" di Chicago.

Senin, 13 Juli 2009

Blogger Jombang, Perlukah Membentuk Komunitas?

SAMPAI saat saya memposting tulisan ini dan berkali-kali mengentri kata-kata kunci ”Komunitas Blogger Jombang” pada beberapa mesin pencarian, tak satupun dari mesin pencarian itu menemukan hal yang saya harapkan. Ada sih sebenarnya blog dengan titel seperti kata-kata kunci yang saya entri, tetapi setelah saya telusuri blog itu tak pernah di-update atau dirawat semestinya, sekadar ada kata-kata “Komunitas Blogger Jombang”.

Kamis, 28 Mei 2009

Upacara Potong Padi

ENTAH sudah berapa tahun saya tak melihat upacara potong padi atau orang Jawa sering menyebut dengan methik. Yang saya ingat sekitar pertengahan tahun 80-an saya masih sempat melihat dan menikmati tradisi methik itu. Ketika itu nenek masih mempunyai sawah yang tak lebih dari setengah hektar. Setiap kali menjelang panen padi, nenek selalu memulai dengan ritual selamatan seperti ini.

Senin, 11 Mei 2009

Urgensi dan Kendala Diversifikasi Pangan

SELAMA ini yang terjadi pada sistem ketahanan pangan kita adalah masih rendahnya tingkat diversifikasi pangan, dimana mayoritas masyarakat kita masih menggantungkan beras sebagai sumber pangan utamanya. Padahal, dalam konsep ketahanan pangan, diversifikasi pangan merupakan salah satu syarat untuk mencapai ketahanan pangan yang tangguh. Dan saat ini, mendiversifikasi pangan merupakan langkah yang tepat dan urgen mengingat produksi maupun distribusi beras seringkali tersendat.

Selasa, 28 April 2009

Saya Menjadi Wartawan?

TERNYATA saya sudah menjadi ”wartawan” koran lokal yang terbit dengan oplah terbesar di Jombang dan Mojokerto. Ini setelah saya  tak sengaja membaca koran lokal edisi Minggu, 26 April 2009 tentang salah satu kuliner yang ada di Jombang, apalagi kalau bukan Soto Dok, soto yang membuat pembeli sering terkaget-kaget [seperti kekagetan saya membaca berita koran ini]. Saya merasakan bahwa ”aroma” dan ”taste” artikel yang ditulis wartawan koran itu kok mirip banget dengan yang pernah saya tulis dan sudah saya posting di blog ini dua tahun yang lalu.

Rabu, 08 April 2009

Mengapa NgeBlog?

AWALNYA saya bingung harus menjawab bagaimana pertanyaan seperti judul postingan ini. Sebagai pendatang baru, meskipun sudah mengenal sejak hampir 5 tahun lalu, saya tak terlalu berpikir apa manfaat blog buat saya atau orang lain. Waktu itu saya menganggap bahwa aktivitas ngeblog hanya sekadar untuk mengisi waktu luang saja di tengah-tengah pencarian literatur-literatur di dunia maya. Sejak mengenal internet di akhir tahun 1990-an, saya hanya memanfaatkan untuk mencari literatur, kirim email dan chatting. Namun untuk chatting, sejak awal tahun 2000-an saya sudah tak pernah melakukannya, meskipun di awal-awal memasuki ”dunia lain” ini saya sempat hampir-hampir kecanduan chatting.

Selasa, 31 Maret 2009

Mereka Belum Merdeka!

INILAH potret buram yang sempat saya rekam di perempatan lampu merah Jl. Merdeka Jombang. Sudah beberapa tahun yang lalu saya mendapati ibu ini ”ngetem” di perempatan ini. Seorang ibu yang mempunyai kondisi fisik tidak sama dengan kebanyakan orang (difabel), entah akibat kelumpuhan sejak kecil atau apa, terpinggirkan dengan menjadi peminta-minta. Setiap traffic light berwarna merah dan kendaraan berhenti, ibu itu dengan cara ngesot bergerak mendekati pengendara dan menyodorkan tangannya, meminta kepada pengendara untuk sedikit berderma dengan memberikan uang ala kadarnya saja.

Menyaksikan ini, saya tak bisa membayangkan jika ibu ini adalah ibu atau kerabat dekat saya. Saya juga tak kuasa curiga, apakah ibu ini dieksploitasi dan dikoordinir orang-orang tertentu atau apakah ibu ini sejatinya orang kaya yang berpura-pura miskin dan sebagainya. Ini Jombang, bukan kota metropolitan yang multikompleks, yang peminta-mintanya tak sedikit yang dikoordinir dengan sistematis, meskipun bukan berarti di Jombang tak ada yang seperti itu. Namun yang sering saya lihat, setiap pulang atau pergi ibu ini selalu naik becak.

Hampir 64 tahun proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, namun sampai saat ini masih banyak anak-anak bangsa yang terbelenggu dan mencari kemerdekaan sendiri. Masih banyak ibu-ibu yang seperti ibu di Jalan Merdeka ini. Masih banyak tunas-tunas bangsa yang mekar dan layu di jalanan. Mereka mengukur jalanan, mengorek-ngorek mencari kemerdekaan yang sesungguhnya. Entah, dimanakah kemerdekaan itu.

Saya hanya teringat pasal dalam UUD ’45 yang seharusnya dilaksanakan dengan murni dan konsekwen, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara! Sayang negara kita terlalu banyak memelihara bahkan melahirkan pencoleng!

Kamis, 12 Maret 2009

Sensasi Diskotik Berjalan

ADA sesuatu yang menarik sekaligus unik tatkala menginjakkan kaki pertama kali di Kota Kering, Kota Maumere, Flores, NTT, awal tahun 2008 lalu. Karena kendaraan yang didatangkan dari Jakarta belum juga sampai akibat cuaca laut yang tak menentu dan mempengaruhi jadwal kapal Surabaya–Maumere, maka kemana-mana kami pun menggunakan jasa angkutan kota atau orang Maumere menyebutnya “oto“, mungkin singkatan dari kata otomotif.

Sabtu, 14 Februari 2009

Fenomena “Ponari Putera Petir”

PONARI Putera Petir! Mungkin ini julukan yang cocok bagi bocah kelas 3 asal Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang yang akhir-akhir ini menghiasi media massa cetak maupun elektronik karena ”kesaktiannya” yang diperoleh setelah petir menyambar. Mirip cerita dalam komik jaman dulu, Gundala Putera Petir yang mendapat “kesaktian” setelah petir menyambar. Dengan “kesaktiannya” itu, Ponari mengobati puluhan ribu pasien, baik dari Jombang maupun luar Jombang. Pengobatannya dilakukan dengan cara mencelupkan batu itu ke dalam air lalu airnya diminum oleh pasien-pasiennya. Mungkinkah kombinasi air dan batu itu mengandung mineral dan kimia tertentu yang berkhasiat menyembuhkan? Masih perlu penelitian dari para ahli tentunya. 

Kamis, 29 Januari 2009

Penyapu dalam Gerbong Kereta

PADA hari Sabtu lalu (24/01), ketika saya melakukan perjalanan “napak tilas” menggunakan jasa KRL kelas ekonomi jurusan Bogor–Jakarta, suasana gerbong kereta sepertinya tak banyak berubah seperti jaman baheula ketika saya masih tinggal di Bogor. Sumpek, panas, banyak pengamen, pengemis, pedagang asongan yang mondar-mandir menawarkan beranekaragam barang dagangan, mulai pulsa, boneka, mainan anak-anak, buah-buahan, koran, buku, permen, pembersih telinga, amplop dan sebagainya. Ya, gerbong kereta tak ubahnya pasar berjalan yang menawarkan segala kebutuhan kita sehari-hari. Tak ketinggalan pula, dan ini yang menjadi perhatian saya, penyapu dalam gerbong kereta. Entah mengapa tiba-tiba saja perasaan (sok) sentimentil saya muncul. Kasihan, iba, ketakberdayaan, ingin menangis, sedih dan gundah berkecamuk dalam dada ketika melihatnya.

Rabu, 14 Januari 2009

Jejak Flores (2): Sikka, Desa Tua yang Terlupa!

JARUM jam baru menunjukkan angka 07.15 WITA, ketika kami meninggalkan homestay di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Agenda kami hari ini adalah menuju kawasan pesisir pantai Desa Sikka untuk melakukan penyelaman di beberapa titik. Desa Sikka adalah desa yang menjadi cikal bakal Kabupaten Sikka yang beberapa waktu lalu saya sempat menuliskannya. Silahkan klik di sini untuk melihat posting-an sebelumnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...