Sabtu, 02 Februari 2008

Terima Kasih, Engkau Telah Menyebut Saya “Kafir”!

PAGI itu, sehari setelah Hari Raya Natal lalu, saya mendapat SMS dari seorang kawan lama, sama-sama dari Jombang dan sama-sama pernah "nyantri" di kota hujan, Bogor. Inti SMS-nya menyebutkan bahwa saya ini "kafir". Awalnya saya tak mengerti apa maksudnya dan mengapa ia menyebut saya begitu. Kemudian saya konfirmasi dan meminta alasannya mengapa menyebut saya demikian. Jawaban SMS selanjutnya dari dia, karena saya dekat dengan Mojowarno! Lho, apa hubungannya? Awalnya saya bingung, namun beberapa saat kemudian baru saya menyadari mulai bisa “membaca” maksud SMS-nya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...