Selasa, 22 Januari 2008

Dari Secangkir Kopi

SECANGKIR kopi! Ya, itulah minuman sehari-hari yang sulit saya tinggalkan. Betapa tidak, kopi adalah minuman yang telah saya kenal sejak kelas satu SD. Setiap pagi saya selalu ikut nyuri-nyuri nyeruput kopi tubruk dari cangkir ukuran jumbo yang dituangkan oleh nenek buat kakek saya atau oleh ibu buat bapak saya.

Saya sangat menikmatinya, meskipun kata nenek waktu itu, anak kecil yang suka minum kopi penglihatannya akan mblereng atau kabur. Tetapi saya tak percaya begitu saja, justru saya seolah tak bisa melihat tulisan di papan tulis jika paginya tak minum kopi, begitu argumen saya untuk meng-counter peringatan nenek. Akhirnya saya pun tetap diperbolehkan menikmati minuman kopi meskipun dibatasi dalam ukuran satu lepek atau cawan. Dan sampai saat ini pun, kopi tetap menjadi minuman favorit saya. Bahkan sudah menjadi semacam candu, sehari kalau tidak minum kopi kepala terasa nyut-nyutan, terasa mau pecah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...