Di Ladang pun Bisa Belajar Menulis!
“kerja menulis itu 10 % bakat dan 90 % kerja keras”
(William Faulkner)
PEMAHAMAN sederhana saya terhadap ungkapan Novelis Amerika tersebut adalah bahwa kemampuan menulis itu tidak ujug-ujug (sekonyong-konyong) turun dari langit dan bukan karena bakat semata, tetapi menulis itu bisa dipelajari. Kalau bisa dipelajari, berarti menulis itu ada ilmunya, ada latihannya dan ada tempat untuk mencari ilmu menulis. Salah satu “tempat” untuk mencari ilmu menulis yang saat ini saya kenal adalah situs BelajarMenulis.com.
Saya mengenal situs BelajarMenulis.com dari situs PenulisLepas.com yang telah saya kenal sejak awal di-launching beberapa tahun yang lalu ketika saya masih “belajar mencangkul” di Kota Hujan, Bogor. Bahkan, saya telah mempunyai account keanggotaannya dan kebetulan beberapa tulisan saya yang sempat saya semaikan di Kompas pun sempat pula saya semai ulang di situs PenulisLepas.com.
Situs BelajarMenulis.com, karena ditanam belakangan, saya anggap sebagai saudara muda dari situs PenulisLepas.com. Itu makanya saya juga menyebutnya sebagai “salah satu” tempat untuk mencari ilmu menulis, selain PenulisLepas.com tentunya. Toh, keduanya dikelola oleh orang yang sama (Bang Jonru), juga mempunyai tujuan yang tak jauh berbeda, yaitu sebagai ajang pembelajaran menulis terutama bagi orang-orang yang baru mengenal “ladang aksara” seperti saya ini.
Sejak memproklamirkan diri sebagai “orang ladang” yang seringkali berpindah-pindah dan tinggal jauh dari “peradaban kota” pada tahun 2005, salah satu kendala yang melanda saya adalah akses informasi yang limited, termasuk juga informasi tentang ladang aksara yang “terpaksa” saya cangkuli karena “sesuatu hal”. Maka kehadiran situs BelajarMenulis.com sangat membantu proses belajar saya dalam mencangkuli ladang-ladang aksara yang terkadang sangat keras itu. Selain itu, situs BelajarMenulis.com menjadi salah satu suplemen utama yang mampu mendongkrak dan mengasah “mata cangkul” saya, dan juga menjadi semacam cambuk atau cemeti yang siap mencambuki saya bila saya malas bergerak “membajak ladang”.
Dengan sistem online, adalah sebuah kemudahan bagi saya untuk melirik kapan dan di mana saja, termasuk ketika saya berada di tengah-tengah ladang di sela-sela mencangkul. Kita tetap bisa “mengasah cangkul” tanpa harus meninggalkan ladang kita sendiri. Intinya, dengan sistem online, di ladang pun saya tetap bisa belajar menulis!
Saya menilai, jika dibandingkan dengan buku-buku teori menulis, apa yang disajikan situs BelajarMenulis.com sebenarnya sangat sederhana, termasuk juga bahasanya. Namun, dibalik kesederhanaannya itulah justru ada banyak keunggulannya. Dengan kesederhanaan teori tentu memudahkan bagi siapa saja yang baru mengenal ladang aksara. Demikian juga dengan bahasa yang sederhana, justru akan lebih efektif dalam penyampaian materi tanpa harus membuat pembaca (pembelajar) mengerutkan dahi.
Begitu juga, materi yang diposting dalam situs BelajarMenulis.com terkesan lepas-lepas, berdiri sendiri-sendiri dan kurang sistematik. Namun, justru di sinilah enjoy-nya kita belajar, bisa dimulai dari mana dan kapan saja, tergantung dari mood kita belajar dan tingkat kesulitan yang kita alami serta materi apa yang sedang kita perlukan. Selain itu, meskipun kita pasif (jarang kontak atau bertanya langsung dengan pengelola) kita tetap bisa menyerap informasi dari situs BelajarMenulis.com karena umumnya apa yang disajikan terkait langsung dengan masalah-masalah yang seringkali melanda (calon) penulis. Dengan kata lain, pengalaman penulis lain ataupun pengalaman pengelola dapat kita ketahui melalui situs BelajarMenulis.com.
Sementara itu, masalah penataan halamannya (template), saya kira cukup mendinginkan mata pembacanya, tidak terlalu over lipstick dan over aksesoris. Tetapi, penggunaan warna dasar hijau akan lebih baik, disamping akan terlihat lebih cool, juga biar seperti saudara tuanya, PenulisLepas.com. Namun demikian, tak perlu harus sama persis dan tetap harus mempunyai cirri khas tersendiri sebagai faktor pembeda.
Ke depan, apabila BelajarMenulis.com ingin menjadi “sekolah formal” yang mengkhususkan bidang penulisan, saya pikir bukanlah sesuatu hal yang mustahil dapat dicapai. Namun demikian, untuk menuju ke arah itu masih diperlukan sistem pengajaran yang lebih lengkap, baik metode-metode yang digunakan maupun kurikulumnya, dan sebagainya. Hal ini tentu memerlukan sebuah persiapan yang matang dan melibatkan banyak ahli seperti penulis senior, pakar menulis, motivator atau bahkan “provokator” menulis.
Akhirnya, terlepas dari itu semua, BelajarMenulis.com setidaknya mampu memberikan arti dan manfaat yang baik bagi siapapun (setidaknya saya) yang mulai mengenal ladang aksara. Dasar-dasar menulis “yang benar” telah tertanam di setiap penjuru halaman-halamannya. Demikian juga, di sisi-sisi halamannya terdapat banyak link unduh para penulis-penulis yang telah bersinar lebih dulu dengan karya-karyanya.
Jadi, tak berlebihan kiranya kalau BelajarMenulis.com ini sebagai pintu gerbang utama menuju ladang aksara terutama bagi penulis pemula. Dan, siapa tahu melalui situs BelajarMenulis.com ini kita terilhami untuk menjadi seorang penulis hebat. Semua itu mungkin dan tidak mustahil kalau kita istiqomah mencangkuli ladang-ladang aksara yang disuguhkan BelajarMenulis.com ini. Semoga!
Labels: Catatan Pinggir Ladang






0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home